tipe
lock-and-key sederhana yang menggerakkan perakitan dengan sendirinya
dari partikel colloid. Mereka mengatakan bahwa pekerjaan mereka
memberikan suatu pendekatan baru dalam pembuatan mesin yang sangat kecil
dengan bagian – bagian yang dapat dipindahkan.
Menurut pimpinan
penelitian yaitu Stefano Sacanna dari New York University, skema
perakitan tim ini sangatlah sederhana dan ‘hampir memalukan’. Alat ini
berpusat pada dua tipe partikel – suatu lesungan ‘lock’ dan lingkaran
‘key’, yang sesuai satu sama lainnya guna membentuk sesuatu yang
menyerupai suatu bola fleksibel dan stop kontak gabungan. ‘Ini hanyalah
suatu geometri,’ kata Sacanna.
‘Interaksi antara beberapa bagian
tersebut tergantung pada seberapa bagus kesesuaiannya, dan kemudian
semuanya akan dating bersama – sama secara alamiah.’
Bagaimanapun,
ada komponen yang lebih penting lagi – suatu polymer yang disebut
depletant, dalam hal ini adalah poly(ethylene oxide), yang mempengaruhi
jangkauan pendek perhatian antara kedua bagian tersebut. Sebagaimana apa
yang dijelaskan Sacanna bahwa timnya memilih polymer yang sensitive
terhadap panas dimana akan mengganti ukuran dalam kaitannya terhadap
pergantian udara, memungkinkan mereka mengontrol mekanismenya. Lock dan
key ini melekat bersama – sama secara tak beraturan, namun jika suhunya
naik, maka mereka akan terpisah. Selanjutnya mekanisme ini tidak hanya
fleksibel, namun juga dapat membalik dengan baik juga.
Suatu
system yang sederhana berdasarkan mekanisme lock dan key memungkinkan
beberapa partikel colloidal dengan bentuk yang saling melengkapi menuju
perakitan dengan sendirinya kedalam kluster komposit dari bentuk
berbeda
Kemungkinan bagian yang paling menantang dari proses ini,
kata Sacanna, adalah membuat lock – nya. Para peneliti mensintesis dari
3-methacryloxypropyl trimethoxysilane (TPM), yang mem – polymerisasi
guna membentuk kerangka luar yang keras dan berseberangan mengelilingi
sekitar inti yang mengerut. Saat inti mengalami kontraksi, kerangka ini
akan melengkung seperti bola sepak yang memiliki lubang angina keluar.
Tim Sacanna mengatur dengan baik property mekanikalnya dari kerangka
tersebut dengan sedemikian rupa ketimbang menghancurkan semuanya bersama
– sama, kerangka tersebut memperoleh suatu lesungan.
‘Saya
membaca makalah ini dan berkata, “Ya ampun, ini benar – benar keren”,’
kata Charles Zukoski, seorang ahli colloid pada University of Illinois
di Urbana-Champaign. ‘Aspirasi baru – baru ini dari kebanyakan tim
adalah formasi sekumpulan yang teratur. Makalah ini menunjukkan suatu
mekanisme.’ Dia menambahkan bahwa prinsip penggunaan depletant polymers
membuka berbagai kesempatan guna membangun suatu ‘galaxy’ dari struktur
baru dan fungsinya berguna.
Batasan yang ada hanyalah imajinasi,
menurut Sacanna. Namun untuk sekarang ini, hal yang baru adalah pada
pendekatannya dari pada aplikasi dalam kehidupan nyata. ‘Idenya adalah
mendesain suatu skema perakitan yang dapat memberikan anda kebebasan
dalam mendesain kluster ini dengan suatu cara yang sederhana,’ katanya.
‘Saya kira seperti aplikasi praktis, anda dapat berpikir mengenai
mendesain mesin yang sangat kecil dengan bagian – bagian yang dapat
dipindah – pindah atau fleksibel.’
Dikarenakan beberapa
komponennya tidak dipegang bersama – sama oleh ikatan kimiawi – hanya
dengan tekanan dari depletant polymer – ini juga mungkin untuk
menggambarkan pengkombinasian locks dan keys dengan permukaan bahan
kimiawi berbeda, tambahnya.
sumber: http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/kunci-pada-perakitan-colloid-2/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar